Pages

Monday, 5 November 2012

Di Antara Jakarta - Lampung ada "Waow"

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sebenernya sedang ga' pengen nulis, tapi berhubung ada hal yang membuat terpesona jadi muncul semangat untuk menulis.

Apa? Apa? Apa? Apa apanya? Ya apa yang membuat terpesona-lah..

Bentar, bentar,, Sabar dulu.. Sebelumnya coba tebak, kira-kira gambar berikut ini diambil dimana? Hayo.. Tebak yang bener ya.. Ini nih fotonya bero..


Terbayang gak kalo itu pemandangan di dalam kapal ferri? Kalo udah terbayang berarti saya yang katrok. -__-
Tapi suer, dari puluhan kali ane nyeberang Sumatera - Jawa dan Jawa - Sumatera via jalur darat - laut - darat gak pernah ane ketemu sama ni kapal ferri.




Seperti biasa ane lebih suka transportasi jalur darat untuk perjalanan Jakarta - Lampung ataupun sebaliknya, jadi ya ane beli tiket Bis Damri. Ngemeng-ngemeng udah pada tau kepanjangan dari DAMRI belom? Belum? Lupa? Pasti, lagian pelajaran kelas berapa juga dah lupa, hhe.. Jadi, DAMRI tu kepanjangannya Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia. Tambahan informasi, bis Damri jurusan Jakarta - Lampung pool-nya berada di dalam Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Harga tiketnya untuk kelas Patas AC Rp115.000,00 sedangkan untuk kelas Patas AC-Toilet (biasa disebut kelas Eksekutif) tarifnya Rp150.000,00. Sedangkan untuk jurusan Bandar Lampung - Jakarta pool-nya ada di Stasiun Tanjung Karang, Bandar Lampung. Untuk harga tiketnya sama. Oh iya, pemesanan tiket bisa dilakukan 5 hari sebelum tanggal keberangkatan. Lama waktu perjalanan normalnya kira-kira dapat saya jabarkan sebagai berikut :
Jakarta - Merak = 2 Jam
Merak - Bakauheni = 2 Jam
Bakauheni - Bandar Lampung = 2,5 Jam

Semoga bermanfaat, aamiin.

Lanjut ceritanya, kemarin tepatnya pada 4 November 2012 ane melakukan perjalanan dari Jakarta - B. Lampung. Kebetulan ane dapet tiket eksekutif, dengan nomor bis nya 3648. Tiket itu dibeli sehari sebelumnya sama calon ane, dengan susah-payah dia mengantre panjang ria, sedangkan saya hanya leyeh-leyeh dan senyam-senyum melihatnya dari kejauhan, hihihi. Kasihan juga sih sebenarnya, maaf ya..

Lanjut lagi, jadi Bis Damri nomor 3648 tu juga belum pernah ane naekin, bis ini baru di salonkan, makanya interior dan eksteriornya bling-bling. Kursinya sudah berteknologi canggih, sampai-sampai ane ga' bisa naekin sandaran kakinya. ( -__-)

Mepersingkat cerita, jadi saat menyeberangi Selat Sunda seluruh penumpang harus keluar dari kendaraan dan menempati tempat yang telah disediakan. Saat keluar dari bis, ane langsung bertanya-tanya, "kecil banget sih kapalnya??". Ga' pengen bengong lama-lama, ane melanjutkan jalan kaki menuju ruang penumpang, takut kehabisan lapak lesehan, hehe.

Nah saat udah sampai di ruang penumpang ane langsung bengong lagi. Ruang penumpangnya benar-benar beda dari kapal-kapal yang pernah saya naiki sebelumnya. Desainnya artistik beud. Fasilitas bagus semua, ruangan ber-AC dan yang terpenting adalah gratis!!! Jadi wajarnya itu kalo sampean pengen lesehan ato duduk di ruangan ber-AC harus bayar tiket lagi, antara Rp5.000,00 s.d. Rp8.000,00

Bener-bener menyenangkan sekali perjalanan kemarin itu, lain dari perjalanan yang sebelum-sebelumnya. Sekaligus bikin pede calon ane, katanye gara-gara dia yang beliin tiket, hahaha,, percaya ajalah saya tu, mungkin ada benernya juga. hehehe..

Sayangnya ane ga' sempet ngambil gambar bis Damri yang juga waow itu. Yah, harapan saya semoga semua armada Bis Damri Jakarta - B. Lampung PP dan kapal Ferri Merak - Bakauheni PP bisa semakin nyaman dan aman semua, seperti armada yang kemarin. Aamiin.

Oke sekian cuap-cuap nya,
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Saturday, 27 October 2012

Kepercayaan






Hakikinya kepercayaan adalah sebuah amanah. Tugas yang harus diemban oleh setiap orang yang mendapatkannya. Tidak semua berhak mendapatkan kepercayaan, karena kepercayaan juga merupakan sebuah penghargaan.

Hati-hatilah saat mendapatkan kehormatan untuk menerima sebuah kepercayaan. Jaga dan amalkan dengan penuh kesadaran, karena orang yang amanah dan orang munafik batasnya ada di sini, janganlah sampai terpeleset ke dalam gelar orang munafik.

Kadang kita merasa pantas untuk menerima kepercayaan dari orang lain, namun kita belum bisa mendapatkannya. Maka bersabarlah, jangan pernah berputus asa. Kepercayaan hanya milik orang yang mempunyai kesungguhan.

Tidak perlu untuk menjadi orang lain agar memperoleh dan mengamalkan kepercayaan. Justru menjadi beban dalam mengemban kepercayaan. Siapa yang mau terkekang dalam bingkai gambar orang lain?.

Semua orang haus akan kepercayaan. Bukankah begitu? Semua ingin merasa menjadi orang yang berarti untuk orang lain. Hitunglah berapa kepercayaan yang telah diberikan kepada anda, banyak? Pasti. Masihkah kita mencari kepercayaan? Pasti.

Pahamilah arti kepercayaan agar tidak meremehkan hal-hal kecil.

Carilah kepercayaan dengan sungguh-sungguh. Jalankan kepercayaan dengan penuh tanggung jawab.

Lebih utama lagi jangan pernah melupakan kepercayaan Allah kepada kita untuk menjadi khalifah di muka bumi.

Friday, 26 October 2012

Pantai Mutun, Bandar Lampung

Assalamu'alaikum wr. wb

Hey hey.. Ketemu lagi kita di sini.. :D

Sudah lama ga' nge-blog gara terserang virus "M4L32", virus yang membuat kita aras-arasen sepanjang hari.. hha (virus yang alay, -__-)

Sebenarnya, hari ini adalah hari raya Idul Qurban, dan harusnya saya juga posting tentang Idul Qurban!! Berhubung draft tentang Idul Qurban belum lengkap 100% jadi ya saya post aja yang ini dulu, yuuuk kita berangkat jalan-jalan.. :D

Masih tentang wisata bahari di Bandar Lampung nih Sob.. Kalau yang kemarin kita melancong ke Pantai Klara, sekarang mari kita prepare ke Pantai Mutun. Yuuk mariii..

ombak dan pasir

Untuk menuju Pantai Mutun membutuhkan waktu perjalanan sekitar 45menit dari pusat kota jika menggunakan mobil, mungkin kalo naik motor bakal lebih cepet. Rutenya searah dengan tujuan Pantai Klara, jadi ceritanya Pantai Mutun itu letaknya sebelum Pantai Klara. Sayang diperjalanan ane lupa ga' mengabadikan rutenya, lain kali saya tambahinlah kalo kesana lagi.

Berbeda dengan Pantai Klara, Mutun Beach sudah dikelola lebih baik. Namun pengelolaan-pengelolaan ini cenderung membuat rekreasi kita menjadi lebih boros alias apa-apanya mahhall. hohoho (ngirit mode on)

Sebenarnya, wajah dari Pantai Mutun (menurut saya) kurang wah jika dibandingkan dengan Pantai Klara, sudah terlalu ramai dan bibir pantainya sangat pendek.


 Mutun Beach

sama temen-temen ane

Ditambah satu lagi yang membuat penilaianku minus terhadap pantai ini, apa?? Tiap kali aku kesini pasti cuacanya tak mendukung, mendung dan hujan. Hujan-hujan ke pantai? ngapain coba?? hha.. Tapi yang namanya pengen refreshing badaipun tetap diterjang!! Semangat!! :D

 Menduuung

Oh iya, jadi Pantai Mutun itu lokasinya dekat dengan Pelabuhan Panjang, jadi kita bisa menjumpai kapal kontainer yang sedang lego jangkar di sekitar Pantai Mutun.

Noh, ada kapal kontainer

Seperti di Pantai Klara, kita akan menyeberang ke pulau terdekat dari pantai, namanya Pulau Tangkil.
Untuk menuju Pulau Tangkil kita harus merogoh kocek sebesar 15 ribu per orang untuk menyewa perahu pulang-pergi alias antar-jemput.

 Taxi yang berani nyebur laut

Di Pulau Tangkil ini fasilitas ibadah dan kamar mandi sudah lumayan layak. Kalo mau sewa pondok buat naruh barang dan "leyeh-leyeh" juga ada, bagus pondoknya, tapi mahal, 75 rebu.. yang pondok kecil 25rebu, tapi menurut saya kurang nyaman. Berhubung kita-kita lagi males buka dompet, akhirnya ga' jadi nyewa pondok, terus barang2 ditaro mana?? lempar aja di bawah pohon, beres!! :D

Pulau Tangkil

Aernya ijo Sob :o

Dokumentasi numero uno :D

"ojo nggumun"

Terus sebenarnya apa yang istimewa dari Pulau tangkil? itulah tujuan utama ane kesini, snorkling. Seumur-umur menjadi orang "ndeso" yang ga' ada bau lautnya, pengen ngerasain apa yang namanya snorkling itu, hhe..
Biaya sewa snorkling murah (tumben ngomong murah -__-), cukup rogoh kocek 45rebu bisa sewa alat2 snorkling dan ber-snorkling-an sepuasnya. Mantaph!! :D
Tapiii, masih ada tapinya ini Sob, mending alat2 snorklingnya beli aja sendiri deh, soalnya jumlah alat yang disewain sangat terbatas, kemarin itu kita gantian snorkling-annya gara-gara alatnya kurang. Jadi ya gitu.. Jangan dibayangin.. Jiwa korsa kami tinggi, jadi ga' masalah gantian.. hha

spot snorkling

Kita snorkling nya g naek perahu dulu kaya' di tipi2, tapi langsung jalan dari pantai terus berenang ke tengah. Nah masalahnya ane ga' pinter renang, tapi sebenarnya bisa.. Loh, kok gitu?? Begene, ane deskripsikan, ane tu bisa renang tapi kalo tiap ambil nafas pasti tenggelem, -__- jangan diketawain. Jadi kalo berenang di kolam tu pasti tahan napas sampe ke ujung kolam yang lain. Kira-kira apanya ya yang salah dari teknik saya berenang? (curcol)

Kembali lagi ke topik. Kesan saat snorkling yang pertama ini benar-benar waoooow (ga' pake makan siomay, ga' pake salto juga).. Sebagai makhluk daratan yang normal, ane bener2 terkesima melihat keindahan bawah laut. Sayangnya ane belom punya kamera yang water resist bro, jadi gak bisa nampilin gambaran waktu snorklingannya. Pokoknya banyak hal menakjubkan yang saya lihat di bawah laut Pulau Tangkil, dari terumbu karang yang cantik, ikan-kan warna-warni yang menawan, nemo lucu (disini nemo warnanya item), bulu babi yang bikin merinding, sampe binatang aneh dan mengerikan yang aku g ngerti apa namanya.

ekspedisi dimulai

Oke, kira-kira seperti itulah gambaran wisata di Pantai Mutun. Kesimpulannya dimanapun tempat wisatanya pasti ada kekurangan dan kelebihannya. Kewajiban kita sebagai khalifah di bumi ini untuk memperbaiki kekurangannya, dan menjaga kelebihannya. Lestarilah pariwisata Indonesia. :D

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Thursday, 25 October 2012

Nasehat Diri

Banyak Bersyukur Akan Membuat Kita Banyak Tersenyum… :)
 
Hidup indah, ketika kita menempatkan sesuatu pada tempatnya, melakukan sesuatu sesuai dengan waktunya, dan bersyukur atas semua sesuatu yang kita terima.

Sangatlah lebih mudah orang “baik” yang ingin menjadi “buruk”, dibandingkan dengan orang “buruk” yang ingin menjadi “baik”. siapapun yang pernah mencobanya, pasti mengalami kesusahan, dan tak jarang akan menyakiti hati (not so long ago I felt the same). perhatikanlah kawan, semua itu terjadi karena saat ini “keburukan” telah mampu “berkamuflase” menjadi “kebaikan”, sedangkan “kebaikan” tidak sedikit yang “disengajakan” untuk dianggap menjadi suatu “keburukan”. Jadi mana yang akan kita pilih?